YOGYAKARTA - Babak baru bagi kemakmuran Masjid Al’Adn resmi dimulai. Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kini mengemban amanah penuh dalam pengelolaan masjid yang berlokasi strategis di kawasan Ringroad Barat, Nogotirto, Sleman tersebut. Kepastian ini ditandai dengan prosesi penandatanganan dokumen hibah dari pihak ahli waris kepada UNISA Yogyakarta di Ruang Rapat Wakil Rektor pada Senin (4/5/2026).
Menghidupkan Kembali Semangat Berjamaah Selama ini, Masjid Al’Adn dikenal hanya ramai dipenuhi jamaah saat pelaksanaan shalat Jumat. Dengan berpindahnya tangan pengelolaan kepada UNISA, muncul harapan besar agar kebermanfaatan masjid ini meluas secara signifikan. Fokus utama ke depan adalah mentransformasi Masjid Al’Adn menjadi pusat aktivitas religi yang hidup setiap waktu.
UNISA Yogyakarta menaruh harapan besar agar para mahasiswa dapat menjadi motor penggerak dalam meramaikan dan memakmurkan masjid ini. Kehadiran energi muda mahasiswa diharapkan mampu mengubah wajah masjid dari yang semula tenang di hari biasa, menjadi pusat syiar yang dinamis bagi civitas akademika dan warga sekitar.
Komitmen Pengelolaan yang Profesional Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan, UNISA Yogyakarta berkomitmen untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Langkah strategis akan diambil guna meningkatkan kualitas Masjid Al’Adn, yang mencakup:
- Restrukturisasi Organisasi: Menata kembali tata kelola dan struktural kepengurusan masjid agar lebih efektif.
- Optimalisasi Pemeliharaan: Memastikan fasilitas fisik masjid senantiasa terjaga kebersihan dan kenyamanannya.
- Sistem Pengamanan: Meningkatkan aspek keamanan demi ketenangan jamaah dalam beribadah.
Wakil Rektor III UNISA Yogyakarta, Prof. Dr. Mufdlilah, S.Sit., M.Sc., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepercayaan para ahli waris. “Alhamdulillah, amanah ini adalah ladang jariyah. Kami akan berupaya maksimal agar Masjid Al’Adn tidak hanya terjaga secara fisik, tapi juga tumbuh secara kualitas dakwahnya,” tuturnya.
Dewi, perwakilan ahli waris, berharap penyerahan ini dapat meneruskan cita-cita mendiang orang tuanya. Ia meyakini bahwa di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah melalui UNISA Yogyakarta, masjid ini akan menjadi pusat kemaslahatan yang lebih besar.
Sebagai langkah awal, UNISA Yogyakarta langsung melakukan diskusi strategis bersama pengurus masjid untuk merancang agenda terdekat, termasuk persiapan menyambut Hari Raya Idul Adha yang sebentar lagi tiba.
