YOGYAKARTA, LPPI UNISA YOGYAKARTA – Guna mempererat tali silaturahmi sekaligus menguatkan pilar-pilar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Mlati melakukan kunjungan dinas ke kampus Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi kedua belah pihak untuk mendiskusikan berbagai tantangan riil serta mencari jalan keluar (solusi) atas permasalahan pengelolaan klinik kesehatan dan lembaga pendidikan dasar yang ada di wilayah Mlati.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, jajaran pengurus PCM Mlati menyampaikan aspirasi serta peta persoalan yang saat ini sedang dihadapi oleh dua AUM strategis mereka, yaitu Klinik Pratama Surya Melati dan SD Muhammadiyah Blunyah.

Akselerasi Klinik Surya Melati: Dorong Kemitraan Bersama FK dan FIKES UNISA

Sektor kesehatan menjadi salah satu fokus bahasan utama. PCM Mlati melaporkan kondisi Klinik Pratama Surya Melati yang saat ini masih mengalami kendala operasional, di mana biaya pengeluaran dinilai lebih besar daripada pendapatan (nombok) pasca-turunnya izin operasional. Padahal, potensi klinik ini sangat besar mengingat salah satu dosen UNISA juga aktif mengabdi sebagai pengurus Badan Pelaksana Harian (BPH) di klinik tersebut.

Untuk mengatasi keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang telah mencapai titik jenuh, PCM Mlati menaruh harapan besar pada sinergi bersama UNISA Yogyakarta, khususnya melalui Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES).

"Kami berharap ada integrasi fasilitas dan kerja sama konkret. Salah satunya adalah permohonan dukungan legalitas berupa adanya dosen dokter yang memiliki Surat Izin Praktik (SIP) longgar atau belum terpakai untuk dapat dialokasikan di klinik kami," ujar perwakilan PCM Mlati.

Selain pemenuhan kebutuhan dokter, skema kerja sama yang diusulkan meliputi:

  • Integrasi Fasilitas Kesehatan: Menjadikan Klinik Surya Melati sebagai salah satu fasilitas kesehatan penunjang atau jejaring mitra UNISA.
  • Pengabdian Masyarakat Rutin: Pelibatan dosen dan mahasiswa FK/FIKES dalam kegiatan cek kesehatan gratis pada forum kajian rutin Ahad Pagi di lingkungan PCM Mlati.

Penyelamatan SD Muhammadiyah Blunyah: Penguatan Branding dan Program Orang Tua Asuh

Selain kesehatan, potret buram pendidikan tingkat dasar juga menjadi perhatian serius. SD Muhammadiyah Blunyah saat ini tengah berjuang mempertahankan eksistensinya di tengah hantaman krisis finansial dan penurunan jumlah siswa yang signifikan sejak pandemi Covid-19.

Saat ini, sekolah tersebut hanya menyisakan 54 siswa aktif dengan kondisi lahan yang terbatas. Masalah diperparah dengan tingginya angka penunggakan SPP yang mencapai 100%, sehingga pihak sekolah mengalami kesulitan sosiometris dalam memberikan hak gaji para guru secara ideal. Saat ini, upah bulanan guru honorer berkisar antara Rp300.000 hingga Rp800.000, dengan keterbatasan jumlah guru tersertifikasi dan berkualifikasi S1, walau secara kompetensi mengajar mereka dinilai sangat mumpuni.

Ironisnya, dari segi kualitas akademik, SD Muhammadiyah Blunyah memiliki prestasi yang membanggakan:

+-----------------------------------------------------------------------+
|                       PRESTASI AKADEMIK SEKOLAH                       |
+-----------------------------------------------------------------------+
| Masuk dalam jajaran 10 Besar Sekolah Terbaik di Kecamatan Mlati       |
| Kualitas mutu pendidikan yang kompetitif, setara dengan sekolah       |
| ternama seperti SD Al-Azhar Monjali.                                  |
+-----------------------------------------------------------------------+

Melihat potensi akademik yang besar tersebut, PCM Mlati memohon bantuan tim ahli dari UNISA Yogyakarta untuk turun tangan membantu dalam dua aspek utama:

  1. Strategi Branding & Promosi: Memanfaatkan tim khusus komunikasi/marketing UNISA untuk mengangkat value dan citra sekolah ke publik agar jumlah pendaftar baru meningkat.
  2. Program Orang Tua Asuh: Menjembatani pencarian donatur atau program orang tua asuh guna mengurai beban utang sekolah serta menjamin kesejahteraan guru yang lebih layak.

Komitmen Bersama Menghidupkan Amal Usaha

Kunjungan ini ditutup dengan kesepahaman bersama bahwa penyelamatan AUM adalah tanggung jawab kolektif warga persyarikatan. Pihak UNISA Yogyakarta menyambut baik seluruh poin notulensi dan aspirasi dari PCM Mlati. Langkah peninjauan lapangan dan perumusan draf kerja sama (MoU) akan segera ditindaklanjuti secara interdisipliner agar Klinik Surya Melati dan SD Muhammadiyah Blunyah dapat kembali bangkit, berdaya, dan menebar manfaat bagi umat luas. (LPPI/Red)

DOKUMENTASI KUNJUNGAN AUDENSI PCM MLATI