Kamis, (10/11) Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan Seminar AIK yang bertema “AIK Multikultural: Kebijakan dan Aplikasi di PTMA. Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid, melalui Virtual Zoom serta di ruangan Hall Baroroh Baried, Gedung Siti Walidah, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Sayuti M.Pd., M.Ed., Pd.D, selaku Sekretaris Majelis Diktilibang PP MUH.
Muhammad Sayuti M.Pd., M.Ed., Pd.D menyampaikan bahwa PTMA sebagai Amal Usaha Muhammadiyah sudah saatnya untuk membuka jalan selebar-lebarnya menjadi PTMA yang Inklusif yang dapat diakses oleh siapapun tanpa memandang ras, suku dan Agama. AIK Multikultural bisa diwujudkan dengan melakukan 3 hal. Pertama, Perkembangan AIK di PTMA bergerak dari pandangan dunia, nilai-nilai dasar, falsafah Gerakan Muhammadiyah menuju aksi nyata. Kedua, Manajemen program AIK di level kampus dan kelas menjadi instrument ketercapaian visi dan misi mulia Muhammadiyah. Ketiga, SPMI menjadi instrument penting dalam manajemen PTMA untuk mewujudkan cita-cita Pendidikan Muhammadiyah.
Muhammad Sayuti M.Pd., M.Ed., Pd.D dalam pemaparan materi menyampaikan bahwa sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah, diharapkam mengedepankan paradigmanya sebagai Perguruan Tinggi Islam yang berkemajuan, dimana menghadirkan islam dan dakwah islam Rahmatan lil al-‘amin. Sehingga dalam mewujudkan transformasi tersebut memberikan dampak kemaslahatan hidup umat manusia, sehingga terwujud Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang Inklusif. PTMA yang Rahmatan lil al-‘amin dapat diwujudkan dengan akhlak-akhlak yang mulia dengan menjadi pribadi muslim yang mencerminkan seorang muslim yang baik dalam tataran kehidupan kampus.
Muhammad Sayuti M.Pd., M.Ed., Pd.D juga menyampaikan bahwa saat ini sudah semakin beragam Mahasiswa yang mengikuti perkuliahan dilingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah maka PTMA perlu adanya penataan kembali muatan Pendidikan Agama Islam dan Kemuhamadiyahan, dengan melakukan kajian keilmuan secara obyektif, terbuka dan tanpa indokrinasi. Sebagai langkah transformasi PTMA, dapat diberikan mata kuliah “Islam dan Agama-agama dunia, Etika Islam (sosial dan lingkungan) dan studi kemuhammadiyahan.” Dalam mata kuliah ini akan memposisikan mahasiswa non-muslim sebagai Outsider untuk lebih mengenal dan mendalami ilmu-ilmu tentang islam dan Muhammadiyah. Dengan mata kuliah tersebut akan menjadikan lulusan PTMA senantiasa menghidupkan nilai-nilai islam dan Muhammadiyah dalam aktivitas kehidupan.
Suny Izzatun Niswah/2010301107/S1 Fisioterapi
