YOGYAKARTA – Masjid Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menggelar rangkaian Kuliah Ramadan yang sarat makna. Pada kesempatan kali ini, Ustadz Fajar Rachmadhani, Lc., M.Hum., Ph.D. hadir memberikan paparan mendalam mengenai pentingnya mengolaborasikan ilmu dan iman sebagai kunci kebangkitan peradaban Islam.

Dari Era Jahiliah Menuju Cahaya Iqra

Membuka tausiyahnya, Ustadz Fajar menjelaskan kondisi masyarakat sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai masa Jahiliah. Ia menekankan bahwa istilah “Jahiliah” bukan sekadar kebodohan intelektual, melainkan krisis moralitas yang akut, seperti penindasan gender, perzinahan, hingga praktik LGBT yang dianggap biasa.

“Islam datang mengubah segalanya melalui wahyu pertama, Surah Al-Alaq ayat 1-5. Perintah Iqra (bacalah) adalah pesan tegas bahwa Islam adalah agama ilmu, peradaban, dan kemajuan yang mendorong optimalisasi akal,” ujar Ustadz Fajar.

Ironi Peradaban Modern: Ilmu Tanpa Iman

Ustadz Fajar menyoroti pergeseran dunia saat ini. Ia mengkritisi mundurnya peradaban Islam di saat bangsa Barat justru maju pesat karena mengamalkan konsep Iqra (membaca dan meneliti). Namun, ia memberikan catatan penting bahwa kemajuan Barat seringkali timpang.

“Peradaban Barat maju dalam ilmu pengetahuan namun bobrok dalam aspek nilai dan moralitas karena mereka hanya mengambil Iqra-nya saja, tanpa Bismi Rabbik (dengan nama Tuhanmu). Peradaban yang benar-benar unggul hanya bisa terwujud jika ada totalitas elaborasi antara ilmu dan iman,” tegasnya.

Pelajaran dari Tsabit bin Qais: Ilmu yang Meninggikan Derajat

Mengulas Surah Al-Mujadilah ayat 11, Ustadz Fajar membedah korelasi unik antara perintah memberikan tempat duduk dalam majelis dengan pengangkatan derajat orang berilmu. Merujuk pada Asbabun Nuzul (sebab turunnya ayat), ia mengisahkan sosok Tsabit bin Qais, seorang sahabat yang cerdas dan dikenal sebagai orator resmi (Khatibur Rasul).

Meskipun Tsabit datang terlambat di sebuah majelis yang penuh sesak, Rasulullah SAW memerintahkan sahabat lain untuk memberikan ruang padanya